6 Ciri Jantung Bocor pada Bayi yang Harus Para Orangtua Waspadai

Ciri Jantung Bocor pada Bayi yang Harus Para Orangtua Waspadai – Salah satu kelainan yang sering dikhawatirkan seorang ibu baru melahirkan pada bayinya adalah jantung bocor. Oleh karena itu, para orang tua harus waspada dan mengetahui apa saja ciri jantung bocor pada bayi. Apalagi salah satu faktor penyebabnya selain genetik yaitu bawaan dari orang tua atau kakek neneknya yang memiliki riwayat penyakit serupa.

Meski disebut kebocoran jantung, sebenarnya tidak serta merta semua bagian jantung bayi ini bocor. Penyebutan bocor ini jika satu atau lebih katup yang memisahkan serambi dan bilik, mengalami kebocoran. Jika segera ditangani dengan perawatan intensif, penyakit ini bisa disembuhkan (sesuai kondisi dan tingkat keparahannya).

ciri jantung bocor pada bayi

Jika tidak, maka pertumbuhan kanak-kanaknya akan terganggu. Jadi, pastikan Anda untuk segera mengetahui ciri bayi yang mengalami masalah jantung bocor ini. Semakin cepat tahu, tentu semakin cepat pula penanganannya. Untuk lebih jelasnya, simak 6 ciri berikut yang membuat Anda bisa semakin waspada dan perhatian terhadap kondisi buah hati Anda.

  1. Tubuh Terlihat Lesu

Ciri pertama yang bisa Anda lihat dari luar yaitu pergerakan bayi yang tidak lincah seperti biasanya. Hal ini dikarenakan, jantung bocor membuat fisiknya menjadi lemah. Jika sebelumnya bayi Anda selalu aktif dan memberi respon saat Anda mengajaknya berkomunikasi, kemudian tiba-tiba tidak lagi, Anda harus segera waspada.

Ciri-ciri ini memang mirip dengan penyakit lainnya saat bayi sakit. Oleh karena itu, Anda harus mencari ciri-ciri lainnya yang menguatkan tentang terjadinya kebocoran jantung pada buah hati Anda. Kemudian, selama belum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tetap beri ASI, ajak komunikasi, serta bermain seperti biasa untuk meningkatkan motoriknya.

  1. Kesulitan Bernapas

Napas bayi Anda terlihat tidak biasa? Terasa lebih cepat padahal tidak banyak beraktivitas dan Anda juga tidak membawanya jalan-jalan ke luar rumah? Lahirnya juga normal dan tidak prematur sehingga kecil kemungkinannya memiliki kebiasaan bernapas dalam tempo cepat?

Bisa jadi buah hati Anda merasa kesulitan bernapas akibat jantung bocor. Tempo yang cepat dan tidak biasa pada pernapasan bayi Anda bisa disebabkan oleh kerja jantung yang cukup berat. Jantung ini memompa dan mengalirkan darah ke semua bilik dan serambi.

Sayangnya, pembuluh darah vena tidak berfungsi dengan baik sehingga aliran darahnya pun tidak berbalik melewati katup dan bilik. Akhirnya, jantung bayi pun tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

  1. Anggota Tubuh Tampak Membiru

Ciri jantung bocor pada bayi yang berikutnya yaitu beberapa anggota tubuh yang terlihat membiru (baby blue atau sianosis). Sianosis ini bisa terjadi jika bayi Anda mengalami kekurangan oksigen yang sudah akut. Akhirnya, paru-paru pun bekerja lebih giat dari biasanya. Jika hal ini dibiarkan, lama-kelamaan berpotensi menjadi infeksi paru-paru.

Meski tidak ada gangguan atau penyumbatan di sistem pernapasan, bayi akan sering batuk dan sesak napas. Suplai oksigen yang sedikit membuatnya lemah dan Anda bisa menemukan warna biru pucat pada bagian lidah, bibir, kuku, dan kulit. Beda halnya jika suplai oksigen dan darahnya mencukupi, tentu berwarna kemerah-merahan.

Selain itu, membirunya tubuh bayi juga dikarenakan tercampurnya darah kotor yang masih mengandung racun (CO2 dan CO) dengan darah bersih yang mengandung oksigen (O2). Karena, jantung yang sekatnya bocor mengalami kesulitan untuk memisahkannya sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Akhirnya, terjadilah sianosis.

  1. Muntah Setelah Minum

Apapun asupan yang masuk ke dalam tubuh bayi Anda membuatnya muntah? Jantung yang bocor membuat detaknya menjadi lebih cepat dan hal ini mengakibatkan muntahnya bayi. Selain itu, kemampuannya dalam minum atau menelan ASI dan susu formula ini menjadi buruk. Meskipun masih ada yang bisa minum, hal ini tdaik berlangsung lama.

Jika hal ini dibiarkan, bayi Anda bisa mengalami kekurangan gizi. Berat badannya pun menjadi sulit untuk naik. Oleh karena itu, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapat rekomendasi pengobatan yang tepat dan aman untuk buah hati Anda.

  1. Produksi Keringat Berlebih

Meski pada poin pertama disebutkan bahwa bayi yang mengalami kebocoran jantung cenderung memiliki fisik yang lemah dan lesu, kadang bayi juga rewel. Nah, rewelnya ini membuat pergerakannya menjadi tidak normal. Setiap pergerakannya, termasuk saat tidur, mampu membuat tubuhnya memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya.

Bahkan, di sela-sela produksi keringatnya yang tidak seperti biasa, secara bersamaan juga bisa menggigil. Perawatan pertama adalah dengan lebih sering menggantikannya pakaian dan mengelap tubuhnya denagn air hangat. Karena, bayi akan smekin rewel jika mengalami biang keringat yang menyebabkannya gatal-gatal.

  1. Pembengkakan pada Anggota Tubuh

Ciri jantung bocor pada bayi selanjutnya yaitu terjadinya pembengkakkan pada beberapa anggota tubuh bayi. Anda bisa melihatnya dari bagian pergelangan tangan, perut, kaki, serta pembuluh vena yang terlihat di leher. Hal ini berhubungan dengan salah satu sekat di jantung yang mengalami kebocoran sehingga mempengaruhi sistem peredaran darah.

Penyebabnya tidak lain karena peumpukan zat pada bagian tubuh yang bengkak tersebut. Pembengkakan anggota tubuh ini juga bisa terjadi pada 5 kelainan jantung bocor pada bayi. Di antaranya yaitu VSD (Ventracular Septal Defect), ASD (Atrial Septal Defect), PDA (Persiste Duktus Arterious), PS (Pulmonary Stenosis), dan TF (Tetralogy Fallot).

baca juga : Diabetes Pada Bayi Berbahaya Atau Tidak?

Sebenarnya, sebagian ciri jantung bocor pada bayi tidak bisa dilihat sesaat setelah bayi ini lahir. Biasanya butuh waktu 2 pekan sampai 2 bulan sampai gejala jantung bocor ini terlihat dan terdeteksi. Karena, klostrum dari ASI pertama bisa menjadi benteng pertama dalam menghadapi jantung bocor. Jadi, selama rentang waktu tersebut, Anda tetap harus waspada.

6 Ciri Jantung Bocor pada Bayi yang Harus Para Orangtua Waspadai | Dwi Ady | 4.5